Kenapa Sebaiknya Dokumen Perencanaan Tidak Menggunakan Foto dari Tokoh Tertentu?
Di banyak daerah, dokumen perencanaan pembangunan—seperti RPJMD, Renstra, atau RKPD—sering menampilkan foto kepala daerah atau tokoh tertentu di sampul atau halaman awal. Alasannya beragam: ingin menunjukkan kepemimpinan, memberi sentuhan personal, atau sekadar mengikuti kebiasaan lama. Namun, jika kita melihat dari perspektif profesionalisme, keberlanjutan, dan akuntabilitas publik, kebiasaan ini sebenarnya punya lebih banyak risiko daripada manfaatnya. 1. Dokumen Perencanaan Bersifat Jangka Panjang, Tokoh Bersifat Sementara Dokumen seperti RPJMD berlaku 5 tahun, bahkan ada visi pembangunan jangka panjang hingga 20 tahun. Sementara jabatan kepala daerah atau tokoh publik sifatnya sementara—bisa berganti karena akhir masa jabatan, rotasi, atau pergantian kebijakan. Jika foto tokoh tertentu terpasang, maka ketika terjadi pergantian kepemimpinan, dokumen itu akan terasa “usang” meski substansinya masih relevan. Akibatnya, masyarakat atau pihak teknis kadang enggan merujuk dokumen yang...