10 Hal yang Bisa Dilakukan Perencana untuk Mengatasi Banjir
Banjir bukan hanya soal curah hujan tinggi atau saluran drainase tersumbat. Ia adalah cerminan dari lemahnya sistem perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan ketidaktegasan dalam menata wilayah. Sebagai seorang perencana, tanggung jawab terhadap penanganan banjir tidak bisa direduksi sekadar pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, perencana memiliki peran strategis untuk merancang masa depan wilayah yang lebih tahan terhadap bencana hidrometeorologi ini. Berikut 10 hal yang bisa — dan seharusnya — dilakukan oleh perencana untuk mengatasi banjir: 1. Memastikan Zonasi Tata Ruang Berbasis Risiko Banjir Perencana harus mengintegrasikan peta rawan banjir dalam penyusunan rencana tata ruang. Wilayah dengan risiko tinggi semestinya diarahkan untuk fungsi non-permanen atau ruang terbuka hijau, bukan pemukiman atau industri. 2. Melindungi dan Memulihkan Daerah Resapan Air Alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun adalah penyebab utama hilangnya resapan air. Perencana har...